PELATIHAN INDUSTRI RUMAHAN, DARI KERIPIK TEMPE HINGGA GULA SEMUT

PELATIHAN INDUSTRI RUMAHAN, DARI KERIPIK TEMPE HINGGA GULA SEMUT

Foto : Pelatihan Industri Rumahan di Kecamatan Labuhan Ratu


PPDalduk, LAMPUNG TIMUR – Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Pengendalian Penduduk (PP Dalduk) Kabupaten Lampung Timur melaksanakan Kegiatan Pelatihan Bagi Pelaku Industri Rumahan (IR) Kabupaten Lampung Timur di Kecamatan Labuhan Ratu, Rabu (01/11/2017).


Kegiatan yang merupakan salah satu bentuk kerja sama Dinas PP Dalduk Lampung Timur dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Universitas Lampung dan didukung oleh berbagai instansi lainnya ini berlangsung selama empat hari.


Pelatihan IR tersebut diikuti oleh 80 (delapan puluh) peserta sebagai pelaku Industri Rumahan di Kabupaten Lampung Timur yang hampir semuanya adalah perempuan. Peserta pelatihan berasal dari Desa Labuhan Ratu VII dan Desa Labuhan Ratu VIII Kecamatan Labuhan Ratu.


Pada hari pertama, kegiatan yang dibuka oleh Kepala  Dinas PP Dalduk, Dra. Farida Norma, MM. Ini diisi dengan penyampaian materi pelatihan oleh narasumber yang berasal dari berbagai instansi. Hadir sebagai pemateri antara lain Kadis Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Budi Yul Hartono, kemudian dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM)  Warsono, Ph.D., lalu Dosen dari Universitas Lampung Ir. Otik Nawansih, MP. (Fakultas Teknik ) dan Unang Mulkan, Ph.D (Fakultas Pertanian), serta Ibu Jatmiatun sebagai salah satu pelaku usaha.


Pada hari kedua, para peserta diberi pelatihan tentang pembuatan keripik tempe, sedangkan di hari ketiga diberikan latihan praktek yang berbeda yaitu pengolahan gula dari gula merah yang lazim disebut dengan gula semut. Hari keempat akan diisi dengan kegiatan praktek mandiri oleh seluruh peserta pelatihan.


Kepala Dinas PP Dalduk melalui Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Dinas PP Dalduk, Suwarni, S.KM. mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga para pelaku Industri Rumahan yang ada di Kabupaten Lampung Timur.


“Setelah dilakukan pelatihan, diharapkan para pelaku industri rumahan tidak berhenti di sini, namun bisa memahami dan mengaplikasikan keterampilan yang didapatkan dari pelatihan, dan tidak hanya dalam hal pembuatan sampai pengemasan, pendampingan kepada para pelaku IR juga akan terus dilakukan sampai ke tahap pemasaran”, jelasnya.


Lebih jauh Suwarni menjelaskan bahwa IR yang dilatih diharapkan dapat meningkat statusnya menjadi Usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM).


“Produk yang mereka hasilkan nantinya juga akan ditampilkan pada Festifal Way Kambas”, pungkasnya.


Pelatihan bagi pelaku IR merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (memorandum of Understanding) antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam hal Pengembangan Industri Rumahan tahun lalu.


Pada tahun 2016 telah dilakukan pemetaan pelaku IR, kemudian tahun ini dilaksanakan Pelatihan, pendampingan dan pemberian bantuan dari Kementerian PPPA.


Kabupaten Lampung Timur merupakan satu dari sedikit Kabupaten/ kota yang beruntung bisa menjalin kerja sama dalam pengembangan Industri Rumahan ini, karena kegiatan ini langsung bersentuhan dengan para pelaku industri rumahan dan perkembangannya akan terus dipantau oleh Kementerian PPPA. (LE/ RT)


Foto                 : Leni Emilia (Dinas PP Dalduk Lamtim)


#LamtimLovers

#GhamLamtim

#VoiceOfLamtim


Comments